Selasa, 14 Februari 2012

Saatnya Berbagi Cinta dengan Spesies Lain


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah survei yang dilakukan oleh World Society for the Protection of Animals (WSPA) di Australia menemukan bahwa 1,6 juta orang atau 14 persen dari penduduk negara itu lebih memilih untuk melewatkan Valentine bersama hewan piaraan.
Pecinta hewan di Australia tidak hanya berencana untuk melewatkan hari kasih sayang dengan memberikan banyak pelukan bagi hewan kesayangan, tetapi 360.000 orang di antaranya juga akan memberikan hadiah.
Survei yang dipublikasikan Jumat (10/2/2012) lalu itu menguraikan, laki-laki menghabiskan lebih banyak uang bagi hewan piaraannya saat Valentine. 12 pesen laki-laki akan memberi hadiah pada hewan piaraannya, sementara cuma 5 persen wanita yang melakukannya.


Berdasarkan fakta itu, Emily Reeves dari WSPA, seperti dikutip news.com.au, Selasa (14/2/2012), mengungkapkan, "Australia terbukti menyayangi hewan. Jadi kita melakukan sesuatu saat ratusan anjing di dunia dibunuh karena ketakutan akan rabies."
Sementara sudah banyak masyarakat Australia yang menyayangi hewan, hal yang sama masih perlu diupayakan di Indonesia. Penganiayaan terhadap hewan untuk kepentingan manusia masih berlangsung, misalnya pada orangutan.
Daniek Hendarto dari Center for Orangutan Protection (COP) mengungkapkan bahwa menjelang Valentine, 3 ekor bayi orangutan justru ditemukan dianiaya. Telapak tangan mengalami luka sementara salah satu mata terancam buta.
Hari ini di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, tim COP menggelar aksi kepedulian terhadap orangutan dengan memakai kostum orangutan, membentangkan spanduk "Love for Else Species" serta aksi membagikan pisang.
"Pisang memang bukan makanan utama orangutan. Tapi biasanya manusia mengidentikkan pisang dengan bangsa kera. Ini menjadi simbol kepedulian manusia kepada orangutan," kata Daniek saat dihubungi hari ini.
Daniek mengatakan, Valentine ini adalah saatnya membagi cinta dengan spesies lain. "Valentine bukan hanya merayakan cinta bagi manusia saja, tetapi juga bagi spesies lain. Kita juga belajar peduli pada orangutan," ungkap Daniek.

0 komentar:

Posting Komentar