Coretan anti-Islam yang menghujat Allah di papan perusahaan Asuransi Kesington
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Warga Muslim AS keturunan Bangladesh di Kensington mengakut dalam ketakutan setelah grafiti kebencian terhadap Muslim ditemukan di papan iklan lingkungan bisnis yang sibuk di area tempat tinggalnya
Manajer Asuransi TDS dari Beverly Road dekat McDonald Avenue, sedang berangkat bekerja pada Senin (13/2) dan menemukan pemandangan menggangu tersebut di depan kantornya. Ditulis "Allah is s--t," ujar Abu Chowdhury, 51 tahun, yang langsung menelpon polisi
"Saya tidak memiliki musik," ujarnyua. "Dan ini bukan bisnis religius," imbuhnya.
Meski pesan kebencian itu dihapus satu jam kemudian, pria itu mengaku grafiti tersebut telah memunculkan perasaan takut kepadanya. "Bukan hanya mengejutkan," ujar Mamnunul Haq, ujar pemimpin komunitas Muslim Bangladesh di area tersebut. "Tak ada seorangpun yang menginginkan melihat pemandang macam itu."
"Kami adalah orang yang mencintai kedamaian," ujar Haq
Manajer Asuransi TDS dari Beverly Road dekat McDonald Avenue, sedang berangkat bekerja pada Senin (13/2) dan menemukan pemandangan menggangu tersebut di depan kantornya. Ditulis "Allah is s--t," ujar Abu Chowdhury, 51 tahun, yang langsung menelpon polisi
"Saya tidak memiliki musik," ujarnyua. "Dan ini bukan bisnis religius," imbuhnya.
Meski pesan kebencian itu dihapus satu jam kemudian, pria itu mengaku grafiti tersebut telah memunculkan perasaan takut kepadanya. "Bukan hanya mengejutkan," ujar Mamnunul Haq, ujar pemimpin komunitas Muslim Bangladesh di area tersebut. "Tak ada seorangpun yang menginginkan melihat pemandang macam itu."
"Kami adalah orang yang mencintai kedamaian," ujar Haq
Kensington adalah satu dari area paling majemuk di New York. Kawasan itu bisa dibilang basis tempat tinggal Muslim terutama dari etnis Banglades dan Pakistan yang tinggal bersama keluarga Meksiko dan Yahudi Ortodok.
Warga Bangladesh lama menjadi korban kekerasan masyarakat. Pada Juli lalu mereka bergabungan dengan komunitas Hasidic untuk mencari seorang bocah berusia 8 tahun, Leiby Kletzky, yang hilang di Borough Park. Si bocah kemudian ditemukan sudah meninggal.
Bulan lalu komunitas itu dilukai oleh gerakan vandal yang mengecatkan puluhan lambang swastika di sekeliling lingkungan tersebut.
Mencoba mengatasi ketegangan di kalangan komunitas, Pimpinan Dewan Kota Brad Lander, menggelar pertemuan pada Rabu pekan lalu dengan warga Bangladesh, Yahudi dan Latin untuk mendiskusikan ide mencegah kejahatan kebencian di lingkungan mereka di masa depan.
Lander mengusulkan untuk meletakkan pohon dan bangku di depan kantor Asuransi TDS dan menyebutnya sebagai 'Plaza Kensington" sebagai titik bertemu warga dari berbagai ras. "Di depan wajah kebencian sudah seharusnya komunitas ini datang bersama," ujar Lander. "Ketika ini terjadi kita harus berdiri tegak melawan bersama."








0 komentar:
Posting Komentar