Rabu, 22 Februari 2012

26 Abad Pagoda Shwedagon Myanmar

Gerbang selatan Pagoda Shwedagon, Yangon, Myanmar,

YANGON, KOMPAS.com -- Ribuan bhiksu, bhiksuni, dan para pemeluk ajaran Budha hadir memperingati hari jadi ke-2.600 Pagoda Shwedagon yang sangat terkenal di Yangon, Myanmar, Rabu (22/2/2012). Peringatan itu ditandai dengan penyalaan empat buah lilin berukuran besar, yang dihiasi beragam cinderamata tradisional khas negeri itu, seperti diwartakan kantor berita China, Xinhua.
Menurut ajaran Budha dan tradisi di negeri itu, upacara perayaan juga dilakukan dengan prosesi membawa 28 pencitraan Budha, bersedekah, dan memberi derma dalam bentuk uang maupun barang berbentuk lain kepada para bhiksu dan bhiksuni, sekaligus juga membaca ajaran Budha.
Sesuai sejarahnya, pagoda itu pada awalnya didirikan pada abad 588 Sebelum Masehi, dan diabadikan dengan keberadaan pusaka peninggalan Budha.
Dahulu tinggi bangunan pagodanya tidak lebih dari 20 meter ketika pertama kali dibangun. Pagoda tersebut terus dibangun dan berkembang sepanjang masa kerajaan di Myanmar sepanjang 26 abad terakhir.
Bangunan pagoda mengalami dua kali proses renovasi besar-besaran pada tahun 1453 dan 1774, masa pemerintahan Ratu Shin Saw Pu dan Raja Hsin Phyu Shin. Mulai abad ke-16 pagoda itu menjadi bangunan suci bersejarah yang banyak diziarahi warga Myanmar. Selain sebagai kawasan pusat keagamaan, para wisatawan mancanegara juga tertarik mendatanginya lantaran bentuk pagodanya yang besar dan berwarna keemasan.


Lebih dari 80 persen dari populasi Myanmar yang mencapai 60 juta orang itu memeluk agama Budha. Ajaran agama itu juga sangat mempengaruhi aspek politik, masyarakat, dan budaya di sana.

0 komentar:

Poskan Komentar